Bagaimana proses hujan meteor?

Batuan di susunan tata surya juga ikut mengorbit matahari. Suatu saat, batuan ini berpapasan dengan Bumi. Saat itu, gravitasi Bumi menarik batuan tersebut. Lalu, masuklah batuan itu ke atmosfer Bumi dan bergesekan di dalamnya.

Gesekan dengan atmosfer Bumi menyebabkan tekanan pada batuan tersebut dan menimbulkan panas. Batuan meteor itu bisa saja menyala. “Saat meteor itu masuk ke ketinggian 100 kilometer dari permukaan Bumi, maka saat itu, volume atmosfer sangat padat dan menggesek meteorit. Semakin mendekati Bumi, tekanannya semakin tinggi,” menurut Thomas Djamaluddin, pakar astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Suhu akibat gesekan pun semakin tinggi. Hal ini mengakibatkan efek panas pada batuan meteor dan bisa melelehkan sebagian dari batu tersebut. Efek panas pada meteorit itu, terbawa pada saat batu tersebut jatuh ke Bumi. Efek panas batu meteorit itu tidak seperti efek pembakaran api. Efek panas meteorit itu hanya merupakan tekanan panas saja yang menghanguskan tapi bukan membakar.

Fenomena meteor jatuh atau meteor sporadis yang tak tentu ini, merupakan proses yang  terjadi secara alami dan normal. “Fenomena ini tak terkait adanya peningkatan daya gravitasi Bumi, atau pemadatan atmosfer, efek rumah kaca, perubahan iklim atau pemanasan global, atau pun lubang ozon.

Iklan

15 comments on “Bagaimana proses hujan meteor?

  1. saya yakin suatu saat ini akan menghancurkan jagat raya.

    salam kenal kang.
    mohon ijin tukeran link ya kang.
    link akang sudah saya pasang diblog saya, ditunggu kedatangannya untuk bertamu dirumah sang newbie didunia blogger

  2. kalo aku cuma ingat mitosnya aja..
    meteor dan komet (bintang berekor) adalah isyarat
    akan adanya gegar politik di masyarakat
    entah benar entah enggak…
    salam sukses kang dede..

    sedj

  3. Kang sejauh mana bahyanya kalau meteor itu jatuh ke bumi ? Apakah memiliki daya ledak yang dahsyat ? Batuan itu apakah dari planet atau bintang, atau batuan tersendiri dari luar angkasa ?
    Punteng Pak Dede tataros we, maklum kurang akrab ka nu kararieu teh.
    hatur nuhun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s