Ramadhan harus 29 Hari

Salah satu tanda kekuasaan-Nya, Allah SWT mengatur alam semesta beserta isinya diantaranya planet Bumi dan satelitnya yaitu Bulan dengan ketepatan yang luar biasa. Bintang, planet – termasuk Bumi -, satelit – salah satunya Bulan – berotasi, berevolusi semuanya dengan waktu yang periodik, tepat, sehingga dapat dijadikan ukuran waktu, hari, bulan, tahun, dll. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS. Yunus ayat 5, yang artinya :

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang Mengetahui.

Berdasarkan ayat tersebut sangat jelas matahari dan bulan dapat dijadikan ukuran perhitungan waktu, karena ketepatan rotasi dan revolusi sehingga terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan dapat diprediksi beberapa bulan sebelum terjadi, begitupun revolusi benda langit lain seperti komet, kedatangannya – dilihat dari Bumi – dapat diprediksi beberapa tahun sebelum komet itu muncul.

Umat Islam sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dalam menentukan patokan penanggalan adalah revolusi dan rotasi bulan yang disebut Bulan Sinodis, yaitu 29,5 hari. Karena itulah penanggalan bulan Hijriyah adalah 6 bulan 29 hari, dan 6 bulan 30 hari selang-seling (artinya kalau bulan Sya’ban 30 hari berarti bulan Ramadhan 29 hari dan bulan Syawal 30 hari, dst), sehingga satu tahun komariyah adalah (6×29) + (6×30) = 354 hari. Karena ketepatan inilah seharusnya umat Islam tidak ragu dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan.

Pendapat saya, berdasarkan QS. Yunus ayat 5 tersebut, paling tepat dalam menentukan awal dan akhir Rhamadhan adalah dengan perhitungan secara matematis dan astronomis yang dikenal dengan hisab.

Bagaimana dengan pedoman metode rukyat yang tertuang dalam hadits Rasulullah SAW?, yang berbunyi : “Bulan itu lamanya 29 hari. Maka janganlah kamu berpuasa Ramadhan hingga melihat bulan Ramadhan, dan janganlah kamu berpuasa hingga kamu melihatnya. Jika terjadi mendung (berawan) dalam pandanganmu, maka sempurnakanlah dalam bilangan 30 hari” (H.R. Bukhari-Muslim).

Dari beberapa keterangan, Rasulullah SAW puasa 29 hari dari 9 kali Ramadhan, puasa 30 hari 1 kali karena tidak melihat bulan.  Dijaman Rasulullah SAW tentunya ilmu astronomi belum sehebat sekarang, sehingga metode hisab yang digunakan pun masih manual seperti tertuang dalam hadits tersebut, artinya kita harus memaknai hadits tersebut jangan hanya dari sisi tekstual tapi harus kontekstual.

Kata nishfu dalam Al-Qur’an berarti separuh atau setengah atau seperdua, seperti dalam QS. Aniisa ayat 12 yang artinya “dan kamu mendapat seperdua dari apa yang ditinggalkan oleh isteri-isteri kamu, jika mereka tidak mempunyai anak…”.  Kita umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dimalam nishfu Sya’ban artinya setengah bulan Sya’ban, ini berarti bulan Sya’ban harus genap yaitu 30 hari, nishfu sya’ban berarti tanggal 15 tepat. Kalau bulan Sya’ban 29 hari maka tidak ada malam nishfu Sya’ban karena nishfu syabannya tanggal 14,5 .

Ini berarti Bulan Sya’ban harus 30 hari, Ramadhan harus 29 hari, Syawal 30 hari, dan seterusnya. Wallahualam bissawab.

Iklan

326 comments on “Ramadhan harus 29 Hari

  1. Alhamdulillah, Mas Dedekusn dah apdet lagi,
    selalu sehat ya MAs………..
    saya baru tahu kalau ada hitung2annya gitu,
    ternyata agak rumit juga ya………
    namun, tetap saja menambah wawasan jadinya.
    terima kasih infonya ya Mas………
    Salam.

  2. Ping-balik: Pasopati Award « Blog Fietria

  3. Jalan2….skalian ngabuburit!Humm..gitu ya..bln Ramadhan harusnya 29 hari.. heheh..saya mah ngikutin yg paling cepet lebaran ajah! Salam Knal!!!

  4. Apdeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttttttttttttttt

    kalo udah ada botol hejo, zul sint, sakainget, kopral cepot….dll
    pasti dah komeng2nya selalu bikin saya ketawa
    meski kadang ga ngerti komeng bahasa sundanya, tetep aja ketawa…(ga nyambung…*maksa*)
    ga tau ah udah kena urat geli kali, digelitikin jin botol hejo…..

  5. Saya juga setuju mas, rosululloh selama hidupnya kan 10 kali mengalami puasa romadhon, nah, ternyata 9 kalinya adalah 29 hari, satu kalinya 30 hari, jadi rosululloh sendiri juga sering 29 hari. Jue setubuh mas Dede 😆

  6. owalahhh… malah bingung saya… soalnya belum lama ini ada yang ngasih tau saya kalo hitungannya masih samar, hendaknya dijadiin 30. e ternyata nyang bener 29 tah? 😕

  7. Assalaamu ‘Alaikum
    Selamat Pagi !!!
    Pagi ini Abifasya menyapa sahabat dengan penuh kerinduan,
    Mari sambut hari senin ini dengan penuh keceriaan dan harapan untuk senantiasa mendapatkan Ridla Allah, awali langkah kita saat hendak barangkat kerja dengan “Bismillah”, semoga Allah menjadikan langkah-langkah kita sebagai amal shaleh.
    Dan jangan pernah berkata : “Aku Benci Hari Senin”
    Salam Ramadlan penuh Berkah.

  8. weleh2 saya lihat komentarnya sampai 319, luar biasa.
    lah kok malah jadi ngobrol ngalur ngidul … aya2 wae 🙂

    masih boleh nimbrung kan …

    informatif, terima kasih.

    Yang mau mudik naik mobil pribadi boleh mampir ke blog saya
    http://richocean.wordpress.com/2009/09/15/tips-mudik-mobil-pribadi-bandung-malang-lewat-jalur-tengah-jawa/

    Buat rekan2 yang mau berikirim2 ucapan Idul Fitri, boleh mampir ke tempat saya,
    http://richocean.wordpress.com/2009/09/14/kirim-sekarang-ucapan-idul-fitri-anda/

    atau jika sempat main ke blog saya ttg wisata alam:
    http://richmountain.wordpress.com/wisata/rizqi-firdaus-agro-wana-widya-wisata-1/

    salam kenal 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s